Jauh duniaku
Lelah menjelma jemu
Di langkah angin kemarau
Yang terlalu merindukan hujan
Bukan apa-apa, tapi sesak rasanya.
-pita
Jakarta, 17 Januari 2016
Selasa, 19 Januari 2016
Sebelah Sayap dari Ares
Ares.
Entah di mana dia sekarang.
Ares yang hanya memberiku sebelah sayap itu, sudah pergi membawa sebelah sayapnya lagi,
entah ke mana..
Atau mungkin, dia ada. tetapi aku yang enggan menatap kedua matanya.
Aku bisa gila.
Dan aku menjadi gila setiap mendengar kata-kata dari mulutnya.
Sudahlah, akan kugali lubang yang dalam dan menguburkan sebelah sayap ini.
Bukankah kita tidak akan bisa terbang hanya dengan sebelah sayap, kan?
-Pita
Awal 2016
Entah di mana dia sekarang.
Ares yang hanya memberiku sebelah sayap itu, sudah pergi membawa sebelah sayapnya lagi,
entah ke mana..
Atau mungkin, dia ada. tetapi aku yang enggan menatap kedua matanya.
Aku bisa gila.
Dan aku menjadi gila setiap mendengar kata-kata dari mulutnya.
Sudahlah, akan kugali lubang yang dalam dan menguburkan sebelah sayap ini.
Bukankah kita tidak akan bisa terbang hanya dengan sebelah sayap, kan?
-Pita
Awal 2016
Senin, 11 Januari 2016
Belum berjudul
Sungguh, kamu begitu dekat. bahkan desaumu merasuk hingga ke rusuk.
Pita,
Akhir 2015 di Kaki Gunung Syawal
Pita,
Akhir 2015 di Kaki Gunung Syawal
MEMINANG KENANG
Meminang kenang
Kekunang kuning pada kenang
Ku pinang kau saat terangmu mengapung pada genang
Saat ilalang menikung dikungkung angin petualang
Saat bulan melengkung dipuntung bualan
Boleh jadi petang itu memang ku tantang
Lantang tentang ucap perang
Tiada peduli rintang yang melintang
Sungguh aku siap meminang tuk rentang yang meliang
Imaf
2015
Kekunang kuning pada kenang
Ku pinang kau saat terangmu mengapung pada genang
Saat ilalang menikung dikungkung angin petualang
Saat bulan melengkung dipuntung bualan
Boleh jadi petang itu memang ku tantang
Lantang tentang ucap perang
Tiada peduli rintang yang melintang
Sungguh aku siap meminang tuk rentang yang meliang
Imaf
2015
Langganan:
Postingan (Atom)