Senin, 01 September 2014

CERMIN

Cermin adalah cermin.

tapi..

Di balik itu, cermin bisa menjadi media keluar-masuknya dimensi dunia lain.
Karena cermin adalah replika hidup yang memiliki dua sisi.
seperti halnya kehidupan manusia, ada hitam dan putih.
Ada baik dan buruk.

Suatu ketika, Ibu merasakan rasa yang sangat tidak nyaman dengan cermin rias yang ada di ruang keluarga kami. Dulunya, cermin rias besar dari kayu jati ini diberikan oleh nenek kami (Ibunya Ayah). ditambah lagi, tetehku menelepon dari Jakarta, ia bercerita tentang mimpinya semalam. dalam mimpinya, cermin rias yang ada dirumahku ini digunakan sebagai "pintu", jalan keluar-masuknya "dimensi lain".

kemudian cermin rias ini kami foto dengan kamera telepon genggam dan kami tunjukkan kepada Pak Haji yang sudah dianggap guru besar Ibu di Cilegon. Pak haji akhirnya mendapatkan petunjuk untuk membuang cerminnya saja, ke laut. Akhirnya kami bawa cermin yang berbentuk oval tersebut dengan mobil taxi. tidak membutuhkan mobil yang besar untuk mengangkutnya, karena yang akan di buang ke laut hanya cerminnya saja.

Setelah di buang ke laut, pak haji cerita sewaktu perjalanan ke laut, cermin itu goyang-goyang kencang di sepanjang jalan. bahkan bukan hanya cerminnya, mobil yang membawanya pun goyang kencang. dan ketika akan dibuang ke laut, sulitnya minta ampun.


pita.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar